Implikasi Budaya Tionghoa Terhadap Tradisi Pattidana Umat Buddha Di Vihara Buddhayana Bengkulu

Herwani Awan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi budaya Tionghoa terhadap tradisi Pattid?na umat Buddha di Vihara Buddhayana Bengkulu. Tradisi Pattid?na dalam ajaran Buddha pada hakikatnya merupakan praktik pelimpahan jasa kebajikan kepada mendiang melalui perbuatan baik dan doa. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan Pattid?na di Vihara Buddhayana Bengkulu menunjukkan adanya pengaruh kuat dari budaya Tionghoa, seperti penggunaan altar mendiang, persembahan makanan, pembakaran kertas sembahyang, serta miniatur rumah-rumahan (Ling Cu). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pandita, pengurus vihara, dan umat Buddha yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual Pattid?na. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya Tionghoa memberikan implikasi pada perubahan makna, tata cara, dan pemaknaan umat terhadap tradisi Pattid?na. Sebagian umat lebih menekankan aspek simbolik dan material persembahan dibandingkan pemahaman esensial tentang pelimpahan jasa dalam ajaran Buddha. Meskipun demikian, praktik ini dipandang sebagai bentuk adaptasi budaya yang memperkuat identitas religius umat Buddha Tionghoa setempat. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Pattid?na di Vihara Buddhayana Bengkulu mencerminkan fenomena sinkretisme antara ajaran Buddha dan budaya lokal.


Keywords


pattidana; budaya; tionghoa; sinkretzisme;

Full Text:

PDF 43-38

References


Ningsih, A. F. (2017). Implikasi tradisi Pattidana terhadap Kematangan Beragama Umat Buddha Theravada di Vihara Mendut, Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Religi: Jurnal Studi Agama-agama, 13(2), 179-194.

Praptiyono, K. (2019). Hubungan Korelasi Antara Tradisi Budaya Tionghoa dengan Agama Buddha. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama, 5(1), 125–144. https://Doi.Org/10.53565/Pssa.V5i1.52

Rofiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perpektif pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93-107.

Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian (B. Ismaya (ed.); 1st ed., Issue 1). CV Saba Jaya Publisher.

Siswoyo, E. (2022). Makna Tradisi Rejeban dalam Perspektif Buddha Dhamma di Desa Widarapayung Kulon Cilacap. Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 8(2), 147-156.

Sonika, S. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Ajaran Buddha dan Tradisi Upacara Adat Ulambana dalam Kontribusi Pengembangan Agama Buddha. Jurnal sosial dan sains, 4(11), 1159-1176.

Subandi, A. (2015). Perubahan Bentuk, Fungsi, Dan Makna Tradisi Pattidana Masyarakat Agama Buddha Theravada di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

Sudirana, I. W. (2019). Tradisi versus modern: Diskursus pemahaman istilah tradisi dan modern di Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 127-135.

Praptiyono, K. (2019). Hubungan Korelasi Antara Tradisi Budaya Tionghoa dengan Agama Buddha. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama, 5(1), 125–144. https://Doi.Org/10.53565/Pssa.V5i1.52

Sriyani, D. A., Yatno, T., & Dewi, M. P. (2019). Implikasi tradisi Pattidana pada solidaritas umat buddha di desa purwodadi kecamatan kuwarasan kabupaten kebumen. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 5(2), 88-103.

Widiyanto, T. (2011). Pattidana: Jalan Membebaskan Leluhur Dari Alam Menderita. Yogyakarta: Vihara Karangdja


Refbacks

  • There are currently no refbacks.