Literasi Media Audio Visual dalam Memahami Representasi Kesuksesan Finansial pada Konten Digital: Studi Kasus Konten Arsip Indra Kenz

Kurnia Wira Dharma

Abstract


Perkembangan media digital, khususnya media sosial, telah meningkatkan konsumsi konten audio visual sebagai sumber informasi, termasuk informasi keuangan dan investasi melalui platform YouTube. Karakteristik media audio visual yang memadukan unsur visual, suara, dan narasi memungkinkan pesan disampaikan secara lebih persuasif serta berpotensi membentuk persepsi audiens mengenai kesuksesan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kesuksesan finansial dalam video arsip Indra Kenz sebagai salah satu bentuk representasi yang masih banyak ditemukan dalam konten finansial digital saat ini, serta menjelaskan pentingnya literasi media audio visual dalam memahami pesan media secara kritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi dan pendekatan semiotika terhadap tiga video YouTube yang menampilkan tema keuntungan trading, kebangkitan dari kerugian, dan pencapaian gaya hidup mewah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan finansial direpresentasikan melalui narasi keuntungan cepat, kerja keras, keberanian mengambil risiko, serta penggunaan simbol-simbol kemewahan seperti kendaraan premium dan aset finansial. Temuan penelitian menunjukkan pentingnya literasi media audio visual agar masyarakat mampu memahami, menganalisis, dan mengevaluasi pesan media secara kritis sehingga tidak mudah terpengaruh oleh representasi yang bersifat persuasif maupun manipulatif.


Keywords


literasi media audio visual, framing, representasi, semiotika, Indra Kenz, Binomo.

Full Text:

PDF 27-42

References


Anderson, R. H. (1987). Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.

Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. London: Fontana Press.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and Gratifications Research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523.

Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2013). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.

McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The Agenda-Setting Function of Mass Media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.

Siregar, E. S., Kustiawan, W., & Harahap, K. A. (2022). Literasi Media. Malang: CV Literasi Nusantara Abadi.

Ainiyah, N. (2018). Remaja Millenial dan Media Sosial: Media Sosial sebagai Media Informasi Pendidikan bagi Remaja Millenial. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(2), 221–236.

Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, B. (2015). Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.

Sobur, A. (2018). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Eriyanto. (2012). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.